Rabu, 04 Maret 2009

Arti kekayaan ?

Seorang tukang becak lahap sekali menyantap semangkok mie, keringatnya bercucuran, nikmat sekali kelihatannya. Ku perhatikan dia bersama teman2nya asyik bercengkrama sambil makan dibalik kaca mobilku yang sejuk karena AC, yang sedang parkir di depan kantor tempat ku bekerja. Wajah mereka ceria menandakan bahwa mereka sangat menikmati.
Aku memandang dg lirih, hatiku pedih. Dalam hati aku berkata bahwa aku bukan sombong tapi mampu membeli mie segerobak, bahkan membeli pabrik mie sekalian, insya' Allah aku bisa. Tetapi apa hendak dikata Aku gak bisa makan mie walau sesendok, dokter melarangku karena aku sakit gagal ginjal yang sebentar lagi cuci darah atau ada yg menyarankan ke Cina transpalantasi ginjal yang biayanya akan ditanggung oleh kantor.
Aku takut transplantasi, aku cemas melihat hidup ini, aku terbayang2 betapa tukang becak dengan lahapnya menikmati mie. Akhirnya aku menyadari bahwa Allah Maha Adil dan hidup ini penuh mistery, dan apa artinya bagiku kekayaan harta di saat seperti ini ?
(Demikian ungkapan lirih dari sahabat ku sebulan sebelum dia menghembuskan nafas terakhir, semoga Allah mengampuni dosa2nya dan menerima amal ibadahnya, Amin)

1 komentar:

quantumillahi mengatakan...

Bagus weblognya mas
assalamu'alaikum salam kenal saudara perjuangan untuk menebarkan zikir2 di muka bumi.
salam dari quantumillahi
www.quantumillahi.wordpress.com
Boleh ndak saling tukar weblog?

Custom Search